Minggu, 26 Juni 2011

PENDEKATAN ORGANISASI

RITA RAHMAWATI 
BEBERAPA PENDEKATAN
ORGANISASI
• HUMAN RELATION APPROACH
• SCIENTIFIC APPROACH
• STRUCTURAL CONTINGENCY THEORY
• PERSPEKTIF PERILAKU DAN TINDAKAN
DALAM ORGANISASI
HUMAN RELATION APPROACH
• Riset yang dilakukan oleh The Harvard Business School
mulai akhir tahun 1920-an-1930 oleh Elton Mayo, Hasil
riset mengarahkan pada pembentukan satu konsepsi yang
systematis mengenai organisasi sebagai suatu sistem
sosial (Nigro and Nigro, 1977:134)
• Penelitian di perusahaan Western Electric Company
menghasilkan kesimpulan: Terdapat kekuatan sosial
informal  pada pekerja dari suatu organisasi
• Perkembangan lebih lanjut, lahirnya pemikiran Chester I.
Bernard: organisasi sebagai sistem kooperatif
• Bernard menganggap bahwa organisasi informal
merupakan aspek yang penting dalam mewujudkan
efisiensi pada organisasi secara formal
SCIENTIFIC APPROACH
• Perkembangan teori organisasi dipengaruhi oleh
pendekatan Manajemen Ilmiah yang dipelopori oleh
Frederick W. Taylor
• Taylor menekankan perlunya  profesional manajemen
untuk menciptakan efisiensi, pemanfaatan kaidah ilmiah,
penyusunan  rancangan prosedur kerja dan
pengembangan hubungan yang saling menguntungkan
antara pekerja dan organisasi (nigro and Nigro, 1977: 129)
• Konsep mutual of interest yang dikemukakan Taylor
sangat mempengaruhi perkembangan organisasi, karena
esensi hubungan yang baik antar pekerja  dan organisasi
akan membawa manfaat yagn baru dalam pencapaian
efisiensi
SCIENTIFIC APPROACH
• Henry Fayol, Luther Gulick dan Lyndall Urwick
dikenal dengan The Principles mengembangkan
prinsip yang berkaitan dengan fungsi manajemen
dan struktur organisasi
• Menurut Taylor: Kerjasama dan hubungan para
pekerja dengan organisasi merupakan faktor yang
utama dalam mencapai efisiensi, dan melihat
struktur dan prosedur kerja sebagai penentu dalam
mencapai efisiensi
Prinsip-Prinsip Organisasi
Menurut Henry Fayol:
• Struktur organisasi dikoordinasikan oleh manajemen
• Organisasi disusun berdasarkan 4 kriteria: tujuan, proses,
orang dan tempat
• Kesatuan perintah atau arah
• Kekuasaan dan tanggung jawab
• Pengendalian wewenang
• Perencanaan yang sistematik
• Psikologi manusia:

– Kesamaan perlakuan dan kesempatan
– Stabilitas dan keamanan kerja
– Inisiatif pegawai dan kesediaan untu menerima tanggung jawab
– Semangat korp
STRUCTURAL CONTINGENCY
THEORY
• Organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor
• Struktural contingency theori memberikan pandangan
bahwa efisiensi  dapat tercapai melalui penyusunan
dengan struktur organisasi  yang mendasarkan berbagai
kondisi lingkungan
• Tidak  ada cara terbaik untuk mengorganisir  dan Cara
untuk mengorganisir   tidak selalu sama efektif. Jadi
tergantung pada berbagai faktor
• Perancangan struktur organisasi sangat tergantung pada
konteks dimana organisasi berada
• Dimensi dari konteks organisasi (dimensi kontekstual)
adalah: ukuran, teknologi, lingkungan, tujuan dan strategi,
dan  budaya (Richard Daft).

STRUCTURAL CONTINGENCY
THEORY
• Pendekatan structural contingency theori
melihat upaya pencapaian tingkat  efektivitas
dan efisiensi dalam organisasi yang
merupakan hasil dari  perpaduan antara
organisasi design dengan faktor-faktor
konteks organisasi yang mempengaruhi
bentuk design organisasi
STRUCTURAL CONTINGENCY
THEORY
• Kajian tentang konteks organisasi menurut structural
contingency theory mengarah pada kajian ukuran, teknologi,
dan lingkungan organisasi.
• Ukuran organisasi menimbulkan diferensiasi dalam struktur
organisasi
• Besarnya organisasi merupakan faktor yang menyebabkan
adanya kebutuhan dalam koordinasi untuk mempersatukan
unit-unit kerja yang banyak di dalam organisasi.
• Ukuran organisasi menentukan pengembangan
deferensiasi struktural, berhubungan negatif dengan tingkat
sentralisasi, ukuran organisasi berkorelasi positif dengan
tingakt formalisasi, serta berkaitan dengan ukuran
komponen administrasi.
STRUCTURAL CONTINGENCY
THEORY
• Teknologi yang dilakukandalam organisasi, tingkat
penggunaan teknologi dalam organisasi
menentukan besaran struktur organisasi
• Konsep teknologi meliputi karakteristik input,
proses dan output.
• Lingkungan  dalam organisasi merupakan faktor
yang bersifat tidak pasti.
• Lingkungan yang stabil dibutuhkan struktur
organisasi yang mekanik sedangkan kondisi
lingkungan yang tidak stabil diperlukan organisasi
yang bersifat organik
STRUCTURAL CONTINGENCY
THEORY
• Strategi organisasi diperlukan terutama bagi
pengembangan jaringan organisasi ke
dalam divisi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut